Tafsir Al-Baqarah 145

“Dan sesungguhnya jika kamu mendatangkan kepada orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi al-Kitab (Taurat dan Injil) semua ayat (keterangan), mereka tidak akan mengikuti kiblatmu, dan kamu pun tidak akan mengikuti kiblat mereka, dan sebagian dari mereka pun tidak akan mengikuti kiblat sebagian yang lain. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang dhalim.” (QS. Al-Baqarah: 145)

Kebenaran telah datang bak matahari terhadap pro/kontra kiblat kepada Yerusalem atau Mekkah ?

kalimat wama anta bi tabiin maksudnya diputuskan bahwa nabi telah ditakdirkan tidak akan mengikuti kiblat mereka. Berbeda jika kalimat yang digunakan Allah menggunakan kalimat Wala tattabi’u qiblata maka bisa saja suatu saat nabi akan kiblat mereka entah kapan.

Nasehat kepada nabi agar jangan mengikuti kiblat mereka karena masing masing memiliki jalannya sendiri bahkan mereka memiliki perpecahan dan kebingungan atas penentuan kiblat mereka sendiri.

Syubhat jangan perlu dibalas hanya dalam rangka kebaikan dan ketegasan.

Diwahyukan dalam Quran bahwa hawa nafsu ahwaahuum mereka dan bukan dinnahuum karena jelas apa yg ada pada mereka murni ahwa li nafs hawa nafsu didalam hati para Rahib paham bahwa ini bukanlah agama melainkan hanya angan-angan dan fantasi.

Contoh : perkataan ahlulbid’ah konon manusia kesini semedi disini sembuh penyakitnya (kalimat konon dan konon sekedar mitos dan legenda).

Contoh: Perkataan ahli kitab bahwa Nabi Isa telah terbunuh? Hal ini masih dimungkinkan masih ada kemungkinan apakah beliau terbunuh atau masih hidup ? Mereka ragu-ragu atas argumentasinya tanpa keyakinan.

Dalam quran dikhabarkan : “Kabarkan kepadaku tuhan mereka adalah hawa nafsu.”

Para ulama sebagian menjelaskan sebagian manusia menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhan-tuhan. (maksud ulama pandangan secara umum bukan khusus sehingga mereka menganggap bahwa hawa nafsu maksiat termasuk syirik).

Jika hanya dibaca Innaka minna dzhalimin maka bisa saja nabi dimasukan kepada golongan dzalim kalau kita tidak membaca ayat sebelumnya dan dipelintir. Maka dimasukanlah idzzan (innaka idzzan) oleh Allah sehingga dipisah agar atau dianggap sebagai jawab atas kalimat sebelumnya (ilmu nahwu).

Pembahasan ini termasuk untuk umat Nabi-nya bukan hanya untuk Rasulullah saja. 

Sebagian Kalian Ujian Bagi Yang Lain, Apakah Kalian Bersabar..?

Oleh:‘Umar Al Indunisy (Darul Hadits, Ma’bar – Yaman)

Allah Ta’ala berfirman,وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا“

Dan kami jadikan sebagian kalian fitnah bagi sebagian yang lain, apakah kalian akan bersabar. Dan adalah Rabb kamu itu maha melihat.

”Al-Qurthuby rahimahullah berkata dalam menafsirkan ayat ini: “Yaitu bahwa dunia aini adalah tempatnya ujian dan cobaan, maka Allah Ta’ala menghendaki untuk menjadikan sebagian hamba sebagai ujian bagi yang lain secara umumuntuk keseluruhan manusia, yang mukmin dan yang kafir. Orang yang sehat ujian bagi yang sakit, orang yang kaya ujian bagi yang fakir, dan orang yang fakir tapi sabar ujian bagi yang kaya.Makna dari semua ini adalah bahwa setiap orang diuji dengan temannya (yang berlawanan kondisinya). 

Yang kaya diuji dengan yang fakir, dia dituntut untuk berbuat adil merasa apa yang dirasakan dan tidak merendahkannya. Yang fakir diuji dengan yang kaya, dia dituntut untuk tidak hasad terhadap yang kaya, dan tidak mengambil sesuatu darinya kecuali yang diberikan. 

Dan semuanya dituntut untuk bersabar di atas al-haq. Sebagaimana dikatakan oleh Adh-Dhahak terkait makna “apakah kalian akan bersabar”: “yaitu di atas al-haq”. Orang-orang yang tertimpa musibah mengatakan: “Kenapa kita belum disembuhkan?”, orang yang buta mengatakan: “Kenapa aku tidak dijadikan orang yang bisa melihat?”, demikian semua orang yang sakit. Dan Rasul shallallahu ‘aliahi wa sallam orang yang dikhususkan dengankaramah kenabian menjadi ujian bagi orang-orang mulia dari kalangan orang kafir di zamannya. Demikian pula ulama dan pemimpin yang adil fitnah bagi yang lain. 

Maka ujian adalah jika seseorang terjatuh pada hasad, orang yang teruji hasad terhadap yang tidak teruji. Dan kesabaran adalah masing-masing orang menahan dirinya, yang ini menahan diri dari penentangan yang ini manehan diri dari kemalasan dan keluhan.

”.Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam berkata ketika memberikan nasehat kepada ikhwah salafiyin Kendari:” Rabb kita jalla sya’nuhu menguji dan memberi cobaan pada kita dengan sebagian kita, agar bisa diketahui adanya kesabaran kita atau tidak adanya, dan agar diketahui mana yang jujur dalam ta’awun dalam kebaikan dan ketakwaan dan yang tidak seperti itu. Rabb kita berfirman dan Dia adalah yang paling benar ucapannya,

وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا

“Dan Kami jadikan sebagian kalian bagi yang lainnya fitnah (ujian), apakah kalian akan bersabar? Dan adalah Rabbmu itu Maha Melihat.”Subhanallah, betapa banyak saudara kita yang lalai dari ayat ini. 

Ketika timbul dari saudaranya sesuatu dia berusaha bagaimana bisa menyingkirkannya, bagaimana bisa mengalahkannya, dan bagaimana bisa memaksakan pendapatnya -kecuali orang yang dirahmati Allah Ta’ala-.Rabb kita mengajak kita kepada pemberian yang paling luas yang Dia berikan kepada hamba, memuliakan dengannya hamba. Al-Bukhary dan Muslim telah meriwayatkan dari hadits Abu Sa’id bahwa Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa salam- bersabda,

وَمَا أَعْطَى اللَّهُ أَحَدًا مِنْ عَطَاءٍ أَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ

“Tidaklah seorangpun diberi pemberian lebih baikdaan lebih luas dari kesabaran.

”Wahai saudara sekalian, aku ingakan kalian akan atsar yang sangat agung, yaitu atsar yang hasan dari Ibnu Mas’ud dia berkata ditujukan kepada shahabat di saat itu, pada saat terjadinya sedikit perselisihan: “Sesungguhnya apa yang kalian benci selama dalam jama’ah itu lebih baik dari apa yang kalian cintai dalam perpecahan”.

Maka tetap bersamanya kalian dengan saudaramu ahlus sunnah lebih baik bagimu, wallahi, meskipun ada sedikit perselisihan, meski terjadi perselisihan antara engkau dan saudaramu, yang ini keterlaluan dalam bicara tentangnya atau tentang saudaranya. Kesabaran, perbaikan dan nasehat dan yang semisalnya adalah obat, penyembuh, dan terapinya semua perkara ini. 

Maka janganlah kalian ceburkan diri kalian dalam perselisihan, dan jadilah sebagaimana yaang kalian diperintah Allah ta’ala, merujuk kepada ulama dan bertanya kepada mereka, apa yaang harus diperbuat, bagaimana sikapnya bersama ini atau bersama orang-orang yang terjadi dari mereka ini.

”Dan jawaban Asy-Syaikh Abdullah Mar’i ketika kami bertanya di kediaman beliau bagaimana menghadapi keadaan yang diliputi dengan berbagai fitnah, beliau menjawab dengan jawaban yang mengingatkan kita akan ayat tersebut. Kata beliau singkat yaitu: “Sabar”.

Wallahu a’lam.

Sirah Sahabat Amr Bin Al Ash oleh Imam Adzahaby

Disebut orang cerdasnya Quraisy

Ciri fisik pendek dan gemar mewarnai jenggot

Dari kelompok Mujahirin

Pandai mengendarai kuda

Negosiator ulung (Arbytrator) contoh : membujuk raja habasyah utk memulangkan para sahabat ke mekkah (gagal).

Penyair Quraisy yang terkenal, penyair Arab yaitu syair secara spontan di dengarkan dan dihapal disampaikan ke orang lain.

Jeli dalam siasat perang

Syair terkenal Amr bin Al-Ash

“Aku tidak bosan pada pakaianku selama bisa kupakai

Aku tidak bosan kepada istri slama dia berbuat baik kepadaku

Aku tidak bosan slama tungganganku selama bisa membawa ku

Sesungguhnya sifat bosan termasuk akhlak yang tercela”.

Taisir Alal Karimir Rahman  Syarah Tafsir Ibnu Katsir Al Baqarah 144

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

  1. Perpindahan ini karena bumi adalah milik Allah terserah Dia untuk memindahkan kiblat dari Yerusalem ke Makkah. Kulillahil masriq wal maghrib….
  2. Ahli kitab tahu perpindahan ini adalah nubuwah Alkitab mencocoki tradisi Nabi Ibrahim.
  3. Kelaliman ahli kitab akan penolakan pindahnya kiblat dari yerusalem ke makkah. Penentangan mereka pada Alkitab mereka.
  4. Sayakulu Sufaha tidak perlu dilayani kebodohan mereka Ahli kitab. Dengan menjanjikan ya dan ya ! La tubalu jangan dilayani penentangan mereka sebagaiman janji omongan kepada anak kecil. 
  5. Penentangan ahli kitab dijawab dalam Artinya : Dia adalah Tuhan yang memiliki dua barat dan Tuhan yang memiliki dua timur (Ar-Rahman:17)
  6. 6. Allah menjaga amalan mereka dan ancaman bagi penentang dan hiburan bagi yang beriman.
  7. Allah memilki sifat penolakan dan selalu sadar  akan kelalaian.


Al Baqarah 145

  1. Nabi semangat dalam memberi nasehat kedatangan beliau kepada paman beliau saat wafat.




    Tarikh Sahabat Rasulullah Muawiyyah

    Abu Sufyan nama asli Sakhr (batu).

    Pepatah siapa yang tahu jauhnya perjalanan akan bersiap-siap “man arafa bu’da safarin ista’ada”.

    Muawiyyah bukanlah siapa-siapa yg menjadi raja pertama dalam islam

    Beliau juga pencatat wahyu 

    Hindun bintu Utbah menjadi islam setelah Makkah takluk.

    Yazid bin abi sufyan kakaknya juga.

    Muawiyyah dikaruniai ketampanan dan wibawa. Jenggot berwarna kuning.

    Meriwayatkan 163 hadist yang sampai ke kaum muslim sekarang.

    Muawiyyah selamat dari wabah kusta Syam. 

    Muawiyyah 4 istri 

    1. Maisun anak Yazid dll
    2. Qanuut anak
    3. Nailaah
    4. Fahitaah anak Abdurahmaan, Abdullah (cacat mental)

    Anak wanita banyak : Romlah nikah dgn anak Utsman. 

    Muawiyyah menuntut qishash pembunuh Utsman kepada Ali bila ingin di baiat sbg khalifah. 

    Sufyan bn uyainah “muawiyyah ibarat pintu gerbang besar bangunan didobrak buka orang2 bisa masuk, namun bila dihina dicela maka pelakunya gampang menjelekan abu bakar, utsman dll”

    Sehingga ulama melihat gimana perasangka muslim pada Muawiyyah.

    Tafsir Albaqarah 144 SyarahTafsir Ibnu Katsir 

    قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاء فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَ حَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهُ وَ إِنَّ الَّذِيْنَ أُوْتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُوْنَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ وَ مَا اللهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ(144)

    Sesungguhnya Kami lihat muka engkau menengadah-nengadah ke langit, maka Kami palingkan­ lah engkau kepada kiblat yang engkau ingini. Sebab itu palingkanlah muka engkau ke pihak Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu semua berada palingkanlah mukamu ke pihaknya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab mengetahui bahwa­sanya itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan tidaklah Allahlengah dari apapun yang kamu amalkan.

    وَ لَئِنْ أَتَيْتَ الَّذِيْنَ أُوْتُوا الْكِتَابَ بِكُلِّ آيَةٍ مَّا تَبِعُوْا قِبْلَتَكَ وَ مَا أَنْتَ بِتَابِعٍ قِبْلَتَهُمْ وَ مَا بَعْضُهُمْ بِتَابِعٍ قِبْلَةَ بَعْضٍ وَ لَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ مِّنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ إِنَّكَ إِذَاً لَّمِنَ الظَّالِمِيْنَ(145)

    Dan meskipun engkau beri orang-orang yang diberi kitab itu dengan tiap-tiap keterangan, tidaklah mereka akan mengikut kiblat engkau itu.Dan engkau pun tidaklah akan mengikut kiblat mereka. Dan tidaklah yang sebahagian mereka akan mengikut kiblat yang sebahagian. Dan jikalau engkau perturutkan kemauan-kemauan mereka sesudah datang kepada engkau sebahagian dari pengetahuan, sesungguhnya ada­ lah engkau di masa itu dari orang-­orang yang aniaya.

    Sebelum turunya menghadap kabah seringnya Rasulullah menghadap langit diakibatkan besarnya keinginan saat itu beliau untuk kembali kiblat ke kabah sedangkan ke Baitul Maqdis saat di madinah terjadi selama 15 bulan. 

    Berbolak baliknya wajah Rasulullah dikarenakan saat itu kiblat ada dua baitul maqdis Yerusalem sesuai tradisi Nabi Musa dan Isa serta di Ka’bah Makkah sesuai tradisi penerus Nabi Ibrahim. Dikarenakan begitu pentingnya dan grnting menunggunya Rasulullah akan kedatangan wahyu kiblat ke kabah.

    Ma’a kebersamaan Allah berarti ilmu pengetahuan Allah mencakup kondisi  mahluknya bukan berarti Allah secara dzat bersama kita. Hal ini umum di kalangan Arab contoh “kami berjalan bulan bersama kami !”

    Ayat ini menunjukan Allah bersegera untuk membuat Rasulnya ridho diantara keutamaan beliau.

    Ahlusunnah berdiri diantara 2 sisi ekstrim yang menuhankan Rasulullah dengan yang merendahkan Rasulullah.

    Islam berada diantara dua sisi ekstrem Nashoro menyembah Maryam dan Isa sbg anak Allah. Yahudi anti Isa. Maryam bukan pezina anak Imran yang baik serta penghuni mihrab. Disisi maryam tersedia makanan dari Rabbnya beliau terhitung sebagai Shidiqqah.Yahudi terbiasa kasar kepada orang orang sholeh Isa anak zina dan Maryam pezina. 

    Fiqh syarat sah sholat : 

    1. Melihat ka’bah langsung wajib menghadapkan diri ke kabah secara benda langsung ka’bah.

    2. Tidak melihat langsung wajib menghadapkan diri ke arah ka’bah.

    Jangan perdulikan mereka yang jahil, atas penentangan kepada Al Haq diatas kebodohan yang jahil dengan berilmu.